Angkak adalah beras putih biasa yang menjalani proses fermentasi bersama jamur Monascus purpureus, sehingga memperoleh warna merah tua keunguan khas yang dikenal oleh banyak orang. Beras merah ini telah digunakan oleh masyarakat Cina dan hampir seluruh komunitas Asia di seluruh dunia sebagai pengawet makanan, agen pewarna makanan, campuran rempah masakan, dan juga bahan dalam anggur beras.

Di samping pamornya dalam dunia kuliner, beras Angkak juga telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional Cina yang dipercaya bermanfaat untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi gangguan pencernaan, seperti diare.

Apa kata dunia medis modern soal khasiat kesehatan dari beras Angkak?

1. Menyembuhkan demam berdarah (DB)

Di Indonesia, Angkak menjadi salah satu obat-obatan herbal yang paling populer untuk menyembuhkan demam berdarah yang marak muncul selama musim penghujan. Angkak dapat menaikkan trombosit darah secara signifikan berkat efek antiperadangannya. Hal ini terbukti dalam sebuah penelitian dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga yang melaporkan bahwa adanya penurunan drastis dari kadar TPO (trombopoietin),  tolak ukur utama dalam menilai keparahan infeksi DB dan potensi perdarahan yang mengancam nyawa, dalam sumsum tulang belakang pasien demam berdarah.

2. Menurunkan tekanan darah

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi medis kronis yang berpotensi membahayakan nyawa. Dilansir dari Mayo Clinic, penelitian pada manusia menunjukkan bahwa Angkak dapat memperlancar aliran darah dengan melebarkan pembuluh darah dan mengurangi peradangan berkat sifat antiperadangannya. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan efek RYR pada gejala penyakit jantung dan risiko kematian yang diakibatkan dua kondisi ini.

3. Menurunkan kolesterol

Dilansir dari Penn State Hershey Medical Center, Angkak pada umumnya mengandung sejumlah senyawa yang mirip dengan bahan aktif dalam obat resep kolesterol tinggi yang disebut statin. Dokter meresepkan statin untuk menurunkan kadar kolesterol buruk (LDL) dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Secara khusus, beras ragi merah ini mungkin berisi monacolin K, senyawa yang identik secara kimia dengan lovastatin, obat penurun kolesterol. Beberapa penelitian menunjukkan Angkak termasuk efektif dalam mengurangi kolesterol jahat (LDL dan trigliserida), yaitu sebesar 10-33% pada kolesterol LDL.

Namun, para peneliti masih belum yakin jika beras ragi merah menurunkan kolesterol karena bahan kimia statin seperti atau karena hal lain beras ragi merah, seperti asam lemak tak jenuh, isoflavon, dan pitosterol yang dapat menurunkan kolesterol selain monacolin K, maka mekanisme penurun kolesterol dari Angkak masih belum jelas.

Di samping itu, karena tingginya kandungan monacolin K, suplemen ekstrak Angkak digolongkan oleh FDA sebagai obat medis (yang belum disetujui) jika dilihat dari semua kemungkinan efek samping, interaksi obat, dan tindakan pencegahan yang disamaratakan dengan lovastatin. Inilah alasan di balik mengapa FDA mewajibkan untuk produsen menarik kembali setiap produk Angkak yang mengandung monacolin dari pasaran.

Menurut FDA, ilegal hukumnya untuk menjual suplemen beras ragi merah yang mengandung kadar zar penurun kolesterol yang melebihi batas dan juga untuk mempromosikan beras Angkak sebagai alternatif penurun kadar kolesterol. Pertama, obat statin berhubungan dengan cedera otot dan ginjal bila digunakan sendiri atau dikombinasikan dengan obat lain.

Ada kekhawatiran bahwa pasien yang sedang dalam pengobatan menggunakan statin dapat meningkatkan risiko cedera dan/atau nyeri otot kronis atau cedera ginjal parah dengan atau tanpa mengonsumsi Angkak (baik dalam bentuk alamiah maupun suplemen herbal). Kedua, FDA menganggap bahwa produk suplemen penurun kolesterol yang mengandung ekstrak Angkak masih tergolong baru, belum disetujui keamanannya, dan melanggar peraturan Federal Food, Drug, and Cosmetic Act.

Manfaat Angkak lainnya

Selain tiga kondisi di atas, beras ragi merah juga digunakan untuk membantu dengan kondisi kesehatan lainnya, meskipun efektivitasnya tidak diketahui. Kondisi ini termasuk:

  • Kolesterol tinggi yang terkait HIV
  • Diabetes
  • Penyakit hati, misalnya perlemakan hati
  • Penyakit jantung koroner
  • Masalah pencernaan, termasuk diare dan gangguan pencernaan lainnya

Penggunaan angkak untuk kondisi kesehatan di atas masih berdasarkan tradisi dan teori-teori ilmiah yang sangat terbatas. Seringnya, teori-teori ini belum diujikan secara menyeluruh pada manusia, dan kefektivitasan dan keamanannya tidak selalu terjamin. Beberapa kondisi ini berpotensi serius, dan harus dievaluasi oleh penyedia layanan kesehatan yang berkualitas.

(artikel ini telah tayang sebelumnya di hellosehat.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *